Ciri Khas Batik Tulis Lasem


Warna merah batik tulis Lasem
Batik Lasem karena dirintis dan dikembangkan oleh masyarakat keturunan Cina, maka motif dan warnanya dipengaruhi oleh motif dan warna yang  khas budaya Cina, yaitu merah, putih, biru, dan hijau. Sebenarnya ada beberapa daerah yang memproduksi batik yang dipengaruhi oleh motif dan warna-warna khas Cina, seperti batik Pekalongan, batik Cirebon, dan lain sebagainya,  namun batik-batik  dari daerah-daerah tersebut berbeda dari batik Lasem. 
Ciri khas batik Lasem adalah warna merah yang menyerupai warna darah. Warna merah khas batik Lasem disebut dengan abang getih pithik (merah darah ayam). Warna abang getih pithik ini dihasilkan dari pewarna alam yaitu dari warna akar pohon mengkudu (pace). Warna merah yang khas ini telah menarik minat pembatik dari daerah-daerah lain untuk melakukan proses pewarnaan  atau pencelupan  untuk warna tersebut di Lasem. Bahkan ada batik yang terkenal dengan Batik Tiga Negeri, yang proses pewarnaannya dilakukan di tiga daerah yaitu untuk proses pewarnaan sogan dilakukan di Solo, proses pewarnaan merah di Lasem dan proses pewarnaan biru dilakukan di Pekalongan.
Kekhasan batik Lasem yang lain adalah pada penamaan desain batik (Batiks design), yang mengacu pada tata warna pada batik tersebut, misalnya motif  Bang-bangan (dari kata Jawa: abang yang artinya merah), yaitu batik dengan latar/ dasar putih dengan ragam hias merah atau
sebaliknya, Kelengan (dari kata Jawa: keleng yang artinya hitam atau kehitaman, Bang biru (dari kata Jawa: abang dan biru), Bang-biru-ijo (dari kata Jawa: abang, biru, ijo, yang artinya merah, biru, dan hijau)